Kupang, KN – Keluarga oknum anggota Brimob Polda NTT berinisial EB, membantah informasi yang beredar di media sosial, terkait tindakan penganiayaan berulang kali, yang dilakukan EB terhadap korban AT.

Salah satu keluarga EB, Roly Irene Faot, yang menjadi saksi mata dalam kejadian tersebut menceritakan kronologi kejadian. Ia membantah adanya penganiayaan berulang kali, terhadap korban AT. Irene juga membantah EB dalam keadaan mabuk atau pengaruh alkohol.

“Kejadian bermula sekitar 18.30 WITA, EB pergi ke tempat tugas untuk apel malam. Sebelum itu, kami janjian untuk pergi ke supermarket untuk belanja,” kata Irene, kepada wartawan, Jumat (12/12/2025) malam.

Ia menjelaskan, sebelum pukul 19.00 WITA, dalam perjalanan ke supermarket, ketika tiba di TKP depan warung di RSS Oesapa, sepeda motor yang dikendarai korban menghalangi jalan.

Saat itu, EB sudah menyampaikan secara baik-baik, agar korban cepat dan segera memindahkan kendaraannya, karena dirinya sedang buru-buru mau ke kantor.

“Tapi korban masih berlama-lama sehingga memancing emosi EB. Kemudian EB melakukan satu kali pukulan di pipi bagian kiri,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Irene, EB menanyakan alamat kos korban, dengan tujuan ingin melaporkan kepada pemilik kos tentang kejadian tersebut. Pertanyaan tersebut juga tidak bermaksud mengintimidasi korban.

“Jadi tidak ada pemukulan selanjutnya. Hanya 1 kali saja. Tidak ada ancaman atau intimidasi terhadap korban,” ucapnya.

Irene juga membantah narasi yang beredar di media sosial, bahwa EB berada dalam pengaruh alkohol. “Waktu itu kami sedang cuci pakayan, baru jalan ke supermarket. Jadi tidak ada pengaruh alkohol,” tegasnya.

Irene juga menambahkan, pasca kejadian tersebut, EB tidak langsung ke kantor, karena mengejar waktu untuk apel malam, sehingga belum sempat menemui korban. Meski demikian, pihaknya tetal terbuka untuk menyampaikan permohonan maaf, dan ingin agar masalah tersebut diselesaikan secara damai.

“Kami ingin masalah ini diselesaikan secara baik-baik. Kami mau berdamai dan sudah ada janji untuk besok (hari ini), kami bertemu dengan korban,” ucapnya. 

Irene berharap, masyarakat pada umumnya yang sudah terlanjur melihat informasi ini, agar tidak langsung memberikan penilaian yang negatif terhadap EB.

“Jadi sebaiknya dapat informasi dari kedua bela pihak dulu. Karena di situ kan ada saksi. Jadi kita bisa luruskan informasinya,” pungkasnya. (*)