Apolos juga menjelaskan, transaksi MTN menimbulkan risiko, namun transaksi surat-surat berharga lainnya yang dilakukan oleh kliennya saat masih menjabat sebagai Kadiv Treasury, mendapatkan keuntungan yang besar bagi Bank NTT.
“Metodenya dan pembeliannya sama, SOP-nya sama. Tapi ini, yang tipu kan tiga orang tadi (karyawan MNC Sekuritas dan PT. SNP) yang ditahan. Karena mereka tipu maka terjadilah transaksi. Kalau mereka tipu berarti hanya mereka, Tuhan dan setan yang tahu. Pak Alex kalau disuruh mendeteksi, dia bukan polisi jadi bisa memeriksa. Tapi cukup dengan referensi bahwa, perusahaan ini ratingnya cukup baik,” jelas Apolos.
Ia kembali menegaskan bahwa, meski jaksa menilai bahwa pembelian MTN PT. SNP tidak menerapkan asas kehati-hatian, namun sampai saat ini tidak ada aliran dana yang masuk ke kliennya.
“Kawan-kawan kejaksaan boleh bilang begitu, bahwa tidak ada asas kehati-hatian. Tapi menurut kami, SOP-nya jelas. Tidak ada sampai saat ini, unsur kehati-hatian seperti apa? Karena OJK itu bagian dari kontrol bank, termasuk Bank NTT. Tidak pernah ada perubahan tentang SOP,” terangnya.



Tinggalkan Balasan