Selain penjaminan kredit, Jamkrida juga menjamin proyek-proyek APBD dan APBN. Pihaknya telah mengunjungi seluruh kabupaten di NTT, dan menjalin kerja sama dengan Gapensi sehingga anggota kontraktor, dapat langsung memproses penjaminan melalui Jamkrida.
Dr. Frits Fanggidae menyampaikan, untuk tahun 2025, Jamkrida NTT menargetkan laba sekitar Rp13 miliar. Ia menekankan bahwa, peran perusahaan berada pada posisi strategis di antara UMKM, perbankan, dan lembaga pembiayaan.
“UMKM itu terjamin, kami pemberi jaminan, dan bank sebagai penerima jaminan. Jadi tiga pihak. Berbeda dengan asuransi yang hanya dua pihak,” jelasnya.
Ia menegaskan, Jamkrida NTT juga berkomitmen mendukung program One Village One Product (OVOP) yang digagas Pemprov NTT. Ketika Bank NTT menyalurkan pembiayaan kepada pelaku usaha, Jamkrida memastikan sisi penjaminan untuk memitigasi risiko gagal bayar.
“Kalau debitur sehat, bank aman, kami aman, ekonomi berkembang. Setiap PKS, saya selalu ingatkan bahwa selain kerja sama bisnis, ada tanggung jawab bersama untuk merawat debitur supaya tetap sehat. Kalau mereka kesulitan tata kelola, ya kami bantu,” tegas Fanggidae.



Tinggalkan Balasan