“Puji Tuhan, ini pencapaian yang membanggakan bagi NTT dan menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga pengendalian inflasi daerah demi menjamin keterjangkauan harga bagi masyarakat terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan serta kualitas layanan publik,” sebut Gubernur NTT Melki Laka Lena.
PTBI 2025 sendiri menjadi forum penting tempat pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah merumuskan langkah memperkuat stabilitas ekonomi. Pada kesempatan itu, BI memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah melalui penghargaan TPID dan TP2DD, dua indikator utama dalam pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi keuangan.
Gubernur Melki menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menko Perekonomian, Mendagri, Gubernur BI, Menteri Keuangan, serta seluruh jajaran TPID dan TP2DD NTT, termasuk perbankan, BPS, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Sinergi banyak pihak membuat upaya pengendalian inflasi dan perluasan digitalisasi keuangan di NTT berjalan semakin kuat,” ujarnya.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa insentif fiskal Rp786 miliar yang disiapkan bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan instrumen penggerak agar daerah terus memperkuat kebijakan stabilisasi harga dan layanan digital yang inklusif.



Tinggalkan Balasan