“Hari ini sungguh bersejarah bagi kami. Kerja keras dan mimpi yang kami jaga bersama akhirnya membuahkan hasil. Semua ini terjadi karena anugerah Tuhan,” ujarnya.

Belmira menjelaskan bahwa, kedua buku ini merupakan ikhtiar untuk melestarikan budaya Taebenu, yang kaya akan nilai sejarah, kearifan, serta makna kehidupan.

Ia menekankan, pentingnya melawan lupa, dan menjaga warisan leluhur, sebagai identitas yang terus hidup bagi generasi mendatang.

Menurutnya, proses penulisan buku lahir dari riset mendalam melalui wawancara dengan narasumber primer, penelusuran arsip lama, serta berbagai pertemuan dan bantuan yang datang secara tulus dari banyak pihak.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT Haris Budiharto, Keluarga Besar Tanof, serta seluruh pihak yang mendukung proses penulisan hingga peluncuran buku.

“Panitia bekerja siang dan malam mempersiapkan acara ini. Kami juga sedang menyiapkan buku antologi cahaya yang berisi kisah inspiratif guru dan pegawai UPTD Palsatu,” tambahnya.