Kupang, KN — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggelar kegiatan jalan sehat pada Sabtu, 15 November 2025 sore.
Jalan sehat ini, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan, untuk memperingati HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional ke-31, yang jatuh pada tanggal 25 November 2025.
Kegiatan ini, akan melibatkan ribuan guru dari berbagai kabupaten/kota di NTT, dan rencananya dibuka langsung oleh Bupati Kupang, yang juga alumni UPG 1945 NTT, Yosef Lede.
Ketua Panitia Pelaksana, Ulfianti Toele, menyampaikan bahwa, jalan sehat ini diperkirakan diikuti oleh 2.000 hingga 5.000 peserta.
Panitia juga telah menyiapkan berbagai merchandise serta doorprize menarik sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat bagi para guru.
“Rutenya dimulai dari Kampus UPG 1945 NTT menuju Asumpta, kemudian ke arah Patung Kirab, berputar menuju Bundaran PU, dan kembali ke kampus UPG 1945,” jelas Ulfianti, Jumat (14/11/2025) sore.
Ia juga menambahkan bahwa, panitia telah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, dan sudah menyampaikan surat pemberitahuan resmi kepada Polresta Kupang Kota.
Ulfianti menjelaskan bahwa, panitia telah memulai rangkaian kegiatan sejak 5 November 2025, melalui berbagai lomba yang melibatkan para guru se-NTT.
“Lomba-lomba tersebut meliputi futsal putra, voli putra/putri, paduan suara, tarik tambang, foti, serta Lomba Guru Hebat. Seluruh perlombaan diselenggarakan di tingkat provinsi dan diikuti guru-guru dari kabupaten/kota,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PB PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, memberikan apresiasi, atas kerja keras panitia dalam menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan besar ini.
“Saya berterima kasih kepada ketua panitia dan seluruh panitia. Ini luar biasa, dan merupakan kegiatan besar pertama yang digelar. Kami memberikan dukungan dan motivasi agar semuanya berjalan baik,” ujarnya.
Tokoh pendidikan NTT ini juga menyampaikan, pesan inti yang ingin disampaikan kepada seluruh masyarakat NTT, lewat berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh PGRI NTT adalah, masyarakat diajak untuk menghargai jasa para guru yang telah mendidik generasi muda NTT.







Tinggalkan Balasan