Pengurus PGRI NTT, lanjutnya, telah melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti tabur bunga, pada 10 November 2025 lalu, sebagai bagian dari mengingat dan mengenang jasa pahlawan, khususnya guru-guru di NTT.

“Semua kegiatan ini mengingatkan kita untuk melawan lupa. Kita tidak boleh melupakan jasa para guru. Kita harus selalu mengingat prestasi dan pengabdian guru-guru kita,” tegasnya.

Dr. Semuel Haning menambahkan bahwa, lagu yang akan dinyanyikan dalam lomba paduan suara adalah lagu daerah, Mars PGRI, dan Himne Guru. Ke depan, pihaknya menargetkan kegiatan serupa menjadi event berskala nasional, dengan NTT sebagai tuan rumah.

“Ketika kegiatan nasional ini dilaksanakan, maka bisa meningkatkan pendapatan asli daerah Provinsi NTT. Jadi lomba hari ini, yang the best akan tampil di panggung nasional,” terangnya.

Ia melanjutkan, pada 26 November 2025, PGRI NTT juga akan mengirim dua penyanyi terbaik, yakni Ibu Apolis Kana Djara dan Lifen Napu, yang dipimpin oleh Ketua Panitia Pelaksana sebagai ketua kontingen, untuk mewakili guru-guru se-NTT mengikuti lomba nyanyi di tingkat nasional.

Menutup pernyataannya, Ketua PB PGRI NTT Dr. Semuel Haning kembali mengingatkan masyarakat untuk melawan lupa, dan selalu mengingat jasa guru di NTT.

“Saya yakin kegiatan ini adalah untuk masa depan kita bersama. Mari bersama-sama, kita ingat jasa-jasa guru dan selalu memberikan yang terbaik bagi para guru,” pungkasnya. (*)