Di samping kegiatan budaya, pagelaran ini juga memberdayakan masyarakat yang memiliki usaha di industri event. Hal ihwaal seputar peralatan seperti tenda, kursi, lampu, soundsystem, diambil dari usaha milik warga.

Lapangan Nunhala sebagai venue kegiatan juga bukanlah fasilitas umum. Lapangan ini adalah tanah warga yang belum dimanfaatkan. “Dikarenakan kondisinya juga datar bagus jadi setiap ada kegiatan kelurahan tempatnya di sini. Kita koordinasi dan minta izin ke pemilik lahan,” jelas Robinson.

Walaupun ini program pemerintah, tapi tidak serta merta bersifat top-down. Dalam pelaksanaannya, keberlangsungan program ini ditentukan pula oleh kerja inisiatif dan partisipasi warga.

Di lapak UMKM, tersedia beberapa usaha diantaranya dari pihak Pemerintah Kelurahan Bello sendiri yang menjual beraneka kudapan. Begitupun usaha milik warga yang menjual kuliner tradisional.

Selain itu ada pula lapak Danastra Micro financing sebagai produk dari FIFGROUP  yang menyediakan solusi pinjaman dana tunai, modal kerja, dan pembiayaan multiguna.