Seiring dengan berjalannya waktu, kesadaran akan budaya lokal dirasa sudah mulai pudar. “Generasi sekarang ini sudah mulai lupa terhadap budaya, tradisi, kebiasaan dan nilai norma tradisional itu,” ujar Robinson.

Robinson menyampaikan rasa syukurnya karena pemerintah bisa melihat persoalan budaya menjadi program yang bermakna.

“Paling tidak kita bangkitkan kembali kepercayaan anak-anak muda sekarang tentang latar belakang budayanya. Jadi jangan karena perkembangan zaman kita sudah terbawa dengan kemajuan sekarang lalu melupakan dari mana kita berasal,” jelasnya.

Pemerintah kelurahan Bello dan warga telah berkoordinasi sejak beberapa bulan lalu, dalam mempersiapkan pagelaran ini. Karang Taruna Moinfe’u di Kelurahan Bello mengambil peran sentral, dalam pagelaran budaya ini bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Kupang dan Pemerintah Kelurahan Bello.

Ketua Karang Taruna Monfe’u di Kelurahan Bello, Yopi Kefi mengatakan, tujuan kunci diselenggarakannya kegiatan ini adalah membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya lokal.