Pihaknya ingin berkontribusi menghadirkan ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda, dalam menjaga eksistensi identitas budaya daerah yang autentik.

Robinson menceritakan pada awalnya karang taruna mengadakan rapat internal di antara anak muda, lalu melakukan rapat koordinasi dengan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) yang terdiri dari RT, RW, LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) di lingkung Kelurahan Bello.

“Di situ terbangun komitmen melaksanakan festival budaya ini. Lantas dilakukan koordinasi lintas sektor dengan pihak Pemerintah Kota Kupang, warga keseluruhan dan UMKM,” jelasnya.

Selain LKK, pihak gereja di wilayah Kelurahan Bello digerakkan untuk terlibat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Karang Taruna merangkul semua elemen termasuk lembaga agama di Kelurahan Bello.

Kegiatan ini akan berlangsung dari Minggu (9/11/2025) hingga Senin (10/11/2025). Diagendakan, akan ada pentas tarian tradisional bersama budaya. “Mula-mula rencananya hanya satu tarian dari etnis Timor Kupang, tapi Kemudian karena Kelurahan Bello ini sudah majemuk jadi dirancang agar semua etnis bisa terlibat dalam kegiatan. Lalu capai lah kesepakatan pentasnya multietnis. Jadi ada semua dari Sabu, Rote, Timor, Ende, Manggara. Semua ikut mendaftar dan pentas nanti,” ujar Robinson.