Saat diwawancara Koranntt.com pukul 18.00 WITA, tampak meja jualan Merlin sudah sepi karena hampir ludes laku terjual. Tertinggal dua mika cimol jualan saja.

“Puji Tuhan ini sudah mau habis jualannya beta. Awalnya beta ragu jangan sampai tidak laku karena baru awal beta buat ini. Tapi pas datang tidak sangka ternyata hampir habis tinggal dua mika saja. Secara hitungan sekarang harusnya sudah untung,” jelas Merlin, yang bersyukur, karena jualannya dapat untung di festival budaya ini.

Bersebelahan dengan lapak Merlin, ada juga dagangan kopi, jagung rebus, dan bubur kacang hijau. Produk kuliner itu adalah usaha milik pemuda gereja Efata Bello. Mereka bergerak secara komunitas menjajakan olahan bersama.

Lian Amnifu, gadis remaja yang sepantaran dengan Merlin juga tengah menjual dagangan milik komunita pemuda gerejanya. “Kami ambil kesempatan dari kegiatan ini untuk jualan produk lokal,” ujar Lian.

Cimol ada yang dipatok harga Rp5.000 dan Rp7.000 per mika sesuai besar kecil ukurannya. Satu Jagung rebus seharga Rp5.000. Kopi dijual dengan harga Rp5.000 per cup.