Jon mengakui, tantangan terbesar masih pada kesadaran masyarakat dalam memilah dan membuang sampah pada tempatnya. Namun, ia optimistis dengan edukasi dan pendampingan berkelanjutan, warga Oebobo dapat menjadi contoh dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Dorong UMKM Naik Kelas

Dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi rakyat yang dicanangkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Kelurahan Oebobo aktif memfasilitasi pelaku UMKM untuk mendapatkan akses permodalan dan pendampingan usaha.

“Kami baru-baru ini menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi pelaku UMKM serta menerima bantuan modal dari Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) untuk warga kami,” terang Jon.

Pemerintah kelurahan telah mendata lebih dari 160 pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima di wilayah Oebobo dan akan melanjutkan pendataan ke sektor usaha formal seperti toko dan ruko.

Data ini akan digunakan sebagai dasar untuk koordinasi dengan dinas terkait agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Upaya yang kita lakukan ini juga adalah untuk mendukung program Pak Wali Kota Kupang dan Ibu Wakil Wali Kota Kupang di bidang pengembangan UMKM,” tegasnya.