Data ini akan digunakan sebagai dasar untuk koordinasi dengan dinas terkait agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Upaya yang kita lakukan ini juga adalah untuk mendukung program Pak Wali Kota Kupang dan Ibu Wakil Wali Kota Kupang di bidang pengembangan UMKM,” tegasnya.
Lestarikan Budaya Lewat Festival Oebobo
Sebagai bagian dari program penguatan identitas dan kebanggaan daerah, Kelurahan Oebobo menggelar Festival Budaya Oebobo pada 1–2 Oktober 2025 di Jalan Lalamentik.
Acara ini melibatkan partisipasi luas warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, serta para pelaku UMKM lokal.
Festival tersebut menampilkan lima kategori lomba, yakni tarian tradisional, solo, fashion show, busana terbaik, dan tarian kolaborasi. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi UMKM yang menjual produk lokal.
“UMKM sangat antusias karena produk mereka laris selama festival. Ini bukti bahwa kegiatan budaya juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Jon.
Tegakkan Ketertiban Lewat Pembatasan Jam Pesta
Sementara itu, untuk menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Kupang Nomor 6 Tahun 2025 tentang pembatasan waktu kegiatan malam, Kelurahan Oebobo aktif melakukan sosialisasi dan pengawasan hingga ke tingkat RT/RW.
Jon menegaskan bahwa aturan tersebut bukan untuk membatasi kebebasan warga, tetapi untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.
“Jika musik pesta masih keras lewat pukul 22.00 WITA, kami beri imbauan. Namun jika sampai pukul 00.00 WITA belum berhenti, kami bersama Bhabinkamtibmas akan turun langsung untuk menghentikan,” jelasnya.
Sejauh ini, tidak ada keluhan masyarakat terkait penerapan aturan tersebut. Warga Oebobo disebut semakin memahami pentingnya saling menghormati dalam lingkungan padat penduduk.
Program Pro-Rakyat untuk Kota Kasih
Jon menegaskan, seluruh kebijakan yang dijalankan pemerintah, baik di tingkat kota maupun kelurahan, sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Apapun program yang dilakukan pemerintah, mulai dari penanganan sampah, dukungan bagi UMKM, hingga pembatasan jam pesta, semuanya demi kebaikan warga. Kami ingin Kota Kupang semakin bersih, tertib, dan nyaman sebagai Kota Kasih,” tutupnya. (AGN/ADV)









Tinggalkan Balasan