“Tujuan dilaksanakannya Festival Sepe adalah untuk mempromosikan Sepe sebagai icon Kota Kupang, dan menjadikan Kota Kupang sebagai daerah tujuan wisata,” ujar Salean.
Ia juga menyampaikan bahwa, pihaknya akan menjadikan kegiatan Festival Sepe sebagai even tetap, yang akan digelar setiap tahun.
“Peserta dalam Festival Sepe ini adalah anak-anak PAUD hingga mahasiswa, para pelaku ekonomi kreatif, komunitas Kota Kupang, pelaku seni dan budaya di Kota Kupang,” tandasnya.
Pelaksanaan Festival Sepe 2025 juga berdampak positif untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Yetty, pemilik UMKM E-Mart Shop mengaku tenun Sepe memberikan keuntungan bagi dirinya dan pelaku UMKM lainnya.

Ia berujar, proses menenun Sepe bisa memakan waktu hingga 2 minggu, dengan menggunakan pewarnaan bahan alami.
“Kalau pakai bahan biasa atau beli di toko, satu hari, kita bisa menghasilkan 3 sampai 4 selendang,” kata Yetty yang hadir dalam Festival Sepe 2025.
Yetty menambahkan, arahan Wali Kota Kupang, dr. Chris Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Francies yang mewajibkan ASN menggunakan tenun Sepe, ternyata berdampak positif bagi pelaku UMKM yang selama ini menjual motif Sepe.



Tinggalkan Balasan