Kupang, KN — Belasan pengusaha ternak babi asal Pulau Sumba menyampaikan kekecewaan mereka, atas belum keluarnya izin pengiriman ratusan ekor babi dari Kupang ke Sumba Timur.
Hingga Senin (27/10/2025), izin tersebut belum diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur sehingga proses pengiriman masih tertunda.
Menurut para pengusaha, keterlambatan ini membuat mereka mengalami kerugian besar karena harus menanggung biaya tambahan pakan dan perawatan selama penundaan pengiriman.
Padahal, hewan ternak yang akan dikirim disebut telah melalui uji laboratorium dan dinyatakan bebas dari penyakit African Swine Fever (ASF) serta sudah divaksin sesuai standar karantina.
Salah satu pengusaha ternak asal Sumba, Marthen Billi, mengatakan bahwa keputusan Pemkab Sumba Timur yang belum memberikan izin pengiriman sangat merugikan para pelaku usaha.
“Kami bukan bawa penyakit, kami bawa hasil kerja keras. Hasil lab sudah keluar, babi dinyatakan sehat, tapi tetap ditolak. Ini jelas merugikan kami,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan