Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menggelar rapat koordinasi strategis secara daring melalui Zoom Meeting bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Krakatau Steel (Persero) untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Selain Gubernur NTT, rapat yang digelar secara daring via Zoom pada Rabu (22/10/2025) ini turut dihadiri pula oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero), Akbar Djohan, serta Bupati / Wakil Bupati / perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota se-NTT.

Dalam arahannya, Kepala BGN, Dadan Hindayana menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menentukan lokasi strategis pembangunan SPPG dan penanggung jawab pelaksanaannya.

“Kami berkomitmen menggandeng seluruh tokoh masyarakat, pemuda desa, dan yayasan. Jika belum ada yayasan, kami akan membentuknya dan memberikan management fee sebagai insentif dalam pengelolaan penyediaan makanan bergizi gratis,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel, Akbar Djohan, menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan dapur SPPG lengkap dengan fasilitas pendukungnya.

“Sebagai produsen, kami akan memastikan seluruh produk memenuhi standar kualitas agar dapur-dapur mandiri di daerah 3T dapat beroperasi secara optimal dan percepatan distribusinya terwujud,” jelas Akbar.

Dalam sesi tanggapan, sejumlah pemerintah kabupaten menyampaikan perkembangan dan tantangan di lapangan. Salah satunya Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menegaskan komitmen penuh Kabupaten Sikka dalam program percepatan Makanan Bergizi (MBG).

“Sejak awal Agustus, kami telah mengoperasikan 8 dapur mandiri dengan seluruh proses berjalan lancar. Dari 67 titik yang telah ditetapkan, ada usulan penambahan menjadi 72 titik, dengan sekitar 45 titik sudah mendapat dukungan dari investor lokal yang sangat antusias,” terang Bupati Juventus.

Ia berharap agar persetujuan terhadap titik-titik tersebut segera dirampungkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sementara titik lainnya dapat dibangun oleh Krakatau Steel.