Selain di wilayah Timor dan Flores, Pulau Sumba juga menyimpan potensi PLTS yang juga akan dikembangkan. “Di Waingapu juga terdapat potensi pengembangan PLTS,” tambahnya.
Menurut Boby, PLTP Ulumbu saat ini hanya memasok sekitar 50 persen kebutuhan listrik wilayah Manggarai.
“Kapasitas PLTP Ulumbu sebesar 10 MW, sedangkan beban puncak di wilayah tersebut mencapai 20 MW. Oleh karena itu, kami akan mengembangkan tambahan kapasitas sebesar 30 MW,” ujarnya.
Untuk PLTP Mataloko yang mulai dikembangkan pada tahun 2012, PLN menggunakan uap panas bumi, dari sumur dengan kedalaman 1.500–2.000 meter. PLN berencana menambah kapasitas sebesar 20 MW di lokasi tersebut.
Sementara itu, di Atadei, Lembata, sistem kelistrikan masih sepenuhnya bergantung pada PLTD yang bahan bakarnya disubsidi oleh negara. PLN merencanakan pembangunan PLTS 5 MW dan PLTP Atadei 10 MW dengan target waktu 10 tahun ke depan.
Boby menegaskan, pentingnya pengembangan energi panas bumi sebagai bagian dari transisi energi menuju EBT. “Potensi panas bumi di Pulau Flores diperkirakan mencapai 999 MW. PLTP adalah sistem ramah lingkungan. Setelah uap digunakan, ia akan kembali menjadi air dan dipompa ke dalam bumi, sehingga tidak merusak lingkungan,” terangnya.



Tinggalkan Balasan