“Situasi sekarang jika kita tidak awasi dengan ketat, jika tidak diatur dengan baik akan jadi bom waktu bagi kita semua. Apalagi sudah ada banyak kasus penyakit sosial hingga HIV/AIDS dikalangan pelajar khususnya. Hal ini jadi alarm bagi kita semua bahwa penguatan peran keluarga dalam membangun karakter, moral, dan pengawasan terhadap anak-anak sangatlah penting khususnya yang banyak dipengaruhi oleh penggunaan Smartphone tanpa pengawasan,” jelas Gubernur NTT.
Sehingga menurut Gubernur NTT, melalui penerapan jam belajar dan jam ibadah ini, akan menghadirkan ruang interaksi yang lebih hangat di dalam keluarga dalam membimbing dan mengawasi anak-anak supaya tidak ‘tersesat’ dalam penggunaan teknologi.
Sebelum mengakhiri amanatnya, sekali lagi Gubernur Melki berharap dengan kegiatan-kegiatan positif seperti Kemah Budaya ini, akan terus lahir generasi muda yang tidak hanya kreatif dan berprestasi, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan berkepribadian baik juga dapat menghindarkan para generasi muda dari hal-hal buruk yang bisa merusak masa depan mereka.



Tinggalkan Balasan