Dalam kesempatan audiensi yang berlangsung hangat ini, President Director PT. Tidal Bridge Indonesia memaparkan perkembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut, yang juga terintegrasi dengan jembatan yang menghubungkan pulau Adonara dan Larantuka di Flores.
Dijelaskannya bahwa, berdasarkan hasil observasi arus laut dan kondisi geografis, NTT memiliki potensi alamiah yang ideal untuk pengembangan energi listrik bertenaga arus laut.
PLTAL di Larantuka ditargetkan dapat menghasilkan energi hingga 100 megawatt (MW). Terkait pendanaan, Latief Gau menyampaikan bahwa sejak tahun 2018, telah ada persetujuan kerja sama pembangunan antara Tidal Bridge dengan PT PLN (Persero).
Namun, dokumen AMDAL yang telah terbit sebelumnya telah kedaluwarsa, sehingga perlu dilakukan pembaruan izin lingkungan dan perizinan teknis lainnya.
Dijelaskannya pula bahwa dalam Forum G-20 di Bali, isu mengenai proyek PLTAL kembali dibahas dan mendapat dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Adapun target penyelesaian proyek dan Commercial Operation Date (COD) ditetapkan paling lambat tahun 2028 mendatang.



Tinggalkan Balasan