“Kami menjalankan program seperti Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, pembangunan rumah layak huni, serta mendorong sektor pangan, pertanian, peternakan, dan energi secara aktif,” kata Gubernur Melki.
Ia menyebut, angka kemiskinan di NTT telah mengalami penurunan signifikan.
“Saat ini, kemiskinan di NTT berada di bawah angka 19% dan terus menurun. Pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini bahkan mencapai 5,44%, lebih tinggi dari rata-rata nasional,” ujarnya.
Gubernur Melki juga mengumumkan bahwa pada tahun 2026, Pemprov NTT menargetkan pembangunan 35 ribu unit rumah layak huni melalui program bedah rumah yang dibiayai secara gotong royong.
“Program ini akan didanai dari anggaran provinsi, kabupaten/kota, serta dana desa dan kelurahan. Ini bentuk nyata kolaborasi untuk menurunkan kemiskinan ekstrem di NTT,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur juga menyatakan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai kabupaten lain di NTT sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan.
Mengakhiri kunjungan kerja di Kupang, Menko PM bersama Gubernur NTT dan jajaran turut meninjau sarana pendukung Program MBG (Menuju Bebas Gizi Buruk) yang dikelola oleh Yayasan Sinar Mentari Sejati, berlokasi di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur. (*/ab)





Tinggalkan Balasan