“Saya sudah katakan berkali-kali, bahwa setiap SK itu di bagian bawah selalu ada, pernyataan bahwa apabila di kemudian hari, maka itu bisa diperbaiki. Tetapi biar itu dilaksanakan dialog dulu. Karena katanya sudah ada dialog dan hasilnya demikian, tapi biar ada dialog lagi dulu. Karena ini jelas, angka-angkanya bisa dihitung,” tegasnya.
Tentang ancaman demo yang dilayangkan oleh para pengusaha ikan, Gubernur Melki menyatakan, pada prinsipnya pemerintah siap menerima aspirasi dari masyarakat.
“Karena rumah saya juga di Oeba, dan kemarin hari minggu waktu saya kunjung mama saya di Oeba, mereka sudah omong ke saya juga. Saya sudah sampaikan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk merespons dan berdialog dengan mereka,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan