Dari sisi pendanaan, Pemerintah Provinsi NTT melalui APBD Perubahan menyiapkan anggaran Rp5 miliar. Angka ini diperkuat dengan dukungan CSR Bank NTT sebesar Rp5 miliar, serta sponsor dari pihak swasta dan Bank HIMBARA sekitar Rp3 miliar. Total dana pelaksanaan mencapai Rp13 miliar, belum termasuk anggaran rutin rehabilitasi jalan nasional dan provinsi yang memang sudah menjadi kewenangan pemerintah. Dengan multiplier ekonomi sebesar 1,8 kali, maka perputaran uang yang ditimbulkan bisa menembus Rp23,4 miliar. Dana ini langsung mengalir ke konsumsi lokal, transportasi, jasa penginapan, hingga perdagangan skala kecil.

Tak kalah penting, event ini menjadi ajang promosi besar-besaran bagi pariwisata NTT. Pesona alam tiga pulau besar yang dilewati etape menjadi sorotan kamera internasional. Kopi lokal, kain tenun, hingga kuliner khas NTT ikut terangkat pamornya. Dengan pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II yang sudah mencapai 5,44% year-on-year, Tour de EnTeTe diyakini akan mendorong akselerasi pertumbuhan yang signifikan di triwulan III 2025.

Tour de EnTeTe bukan sekadar perlombaan olahraga. Ia adalah mesin penggerak ekonomi, wadah partisipasi masyarakat, dan media branding pariwisata. Masyarakat NTT kini tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku yang ikut merasakan langsung manfaatnya.

Animo masyarakat NTT sungguh luar biasa menyambut perhelatan Tour De EnTeTe kali ini. Banyak yang berharap agar event Tour De EnTeTe ini dijadikan sebagai agenda tahunan Pemerintah Provinsi NTT dan melibatkan lebih banyak pembalap lagi ke depannya. (Biro Adpim)