“Tentu ini pengalaman yang sangat berkesan buat saya dan teman-teman. Awalnya kami tidak tahu dunia Marshal itu seperti apa. Tapi dengan arahan teman teman dari Jelajah Sport kami akhirnya bisa jalankan tugas dengan baik. Senang bisa kawal langsung para pembalap selama tiga etape di pulau Sumba,” ujar Roland.

Ditanya soal manfaat kegiatan ini, Roland mengakui ada banyak manfaat yang didapatkan dari event balap sepeda ini, tidak saja dari sisi ekonomi tapi juga merupakan ajang promosi pariwisata NTT ke mata dunia.

“Ini kan promosi gratis untuk Pulau Sumba. Kita tentunya senang sekali. Dengan kehadiran para pembalap dari luar negeri ini kan mereka bisa lihat langsung keindahan alam dan pariwisata di daerah kita,” ujarnya.

Di sisi lain, Ronald juga menyoroti soal okupansi hotel di Sumba yang melonjak naik selama event internasional berlangsung. Termasuk juga UMKM-UMKM yang turut kecipratan rezeki berkat adanya event ini.

“Kalau hotel sudah pasti banyak yang penuh. Bahkan untuk kita yang tim Marshal saja ada yang sekamar bertiga, dan yang lainnya ada yang pulang ke rumah, karena memang semua kamar penuh waktu itu. Terus untuk UMKM itu juga laris manis. Selain para pembalap, orang yang datang nonton ini kan juga banyak, jadi disitulah terjadi perputaran uang karena banyak yang beli juga kan,” tuturnya.