Untuk tujuan inilah, Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Melki-Johni mengemas event sport tourism ini. Tak melulu soal promosi pariwisata, Tour De EnTeTe dimaksudkan untuk menggeliatkan roda perekonomian masyarakat melalui keterlibatan UMKM dan pelaku industri kreatif lainnya.
Di balik jalannya etape demi etape, ada denyut ekonomi yang berputar. Hotel dan penginapan terisi penuh, restoran lokal kebanjiran pesanan, angkutan darat–laut–udara ramai mengangkut tamu, hingga UMKM menjajakan kopi lokal, kain tenun, dan kerajinan khas NTT. Pemuda daerah terlibat sebagai liaison officer (LO), komunitas lokal menjadi marshal di jalur, percetakan bekerja keras memenuhi kebutuhan promosi, sementara event organizer lokal ikut kebagian pekerjaan. Tour de EnTeTe membuka peluang ekonomi seluas-luasnya bagi masyarakat.
Cessy, Pemuda Kota Kupang yang yang terlibat sebagai liaison officer (LO) di event ini membeberkan sejumlah fakta menarik seputar keterlibatannya di event Tour De EnTeTe ini.
Bagi Cessy, keterlibatannya sebagai LO tidak saja mendatangkan manfaat secara ekonomi. Lebih dari itu, Cessy bersama rekan-rekannya yang juga tergabung dalam LO dan Marshal mendapatkan pengalaman dan ilmu baru.



Tinggalkan Balasan