Bagi Cessy, keterlibatannya sebagai LO tidak saja mendatangkan manfaat secara ekonomi. Lebih dari itu, Cessy bersama rekan-rekannya yang juga tergabung dalam LO dan Marshal mendapatkan pengalaman dan ilmu baru.

“Pastinya beta dapat pengalaman baru, skill baru bagaimana menghandle event berskala internasional seperti ini. Sebagai anak muda NTT yang terlibat sebagai LO di acara kemarin, tentunya beta bangga. Senang rasanya Pemprov NTT bisa bikin event besar seperti ini,” tuturnya.

Menurutnya, dengan adanya event Tour De EnTeTe yang berlangsung selama 12 hari kemarin, tingkat okupansi hotel di kabupaten yang disinggahi rombongan Tour De EnTeTe ini melonjak naik. Belum lagi rental-rental mobil yang juga ikut kebagian job selama event ini berlangsung. Semuanya tentu mendapatkan keuntungan secara ekonomi.

“Kebetulan kemarin Beta di bagian LO yang urus-urus hotel untuk para atlet balap. Mulai dari check in, check outnya, dan memastikan ketersediaan hotel untuk semua atlet. Memang okupansi hotelnya naik betul selama event itu kemarin. Bahkan di beberapa daerah seperti di Bajawa dan Tambolaka itu katong sampai kewalahan karena kekurangan kamar hotel. Semua kamar terisi penuh,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Roland Dimu, pemuda Waikabubak, Sumba Barat yang menjadi Marshal dalam ajang Tour De EnTeTe kemarin. Bersama dengan teman-teman Komunitas Sepeda dan Komunitas Motor di Sumba, mereka boleh berbangga bisa terlibat langsung menyukseskan event Tour De EnTeTe ini.

“Tentu ini pengalaman yang sangat berkesan buat saya dan teman-teman. Awalnya kami tidak tahu dunia Marshal itu seperti apa. Tapi dengan arahan teman teman dari Jelajah Sport kami akhirnya bisa jalankan tugas dengan baik. Senang bisa kawal langsung para pembalap selama tiga etape di pulau Sumba,” ujar Roland.

Ditanya soal manfaat kegiatan ini, Roland mengakui ada banyak manfaat yang didapatkan dari event balap sepeda ini, tidak saja dari sisi ekonomi tapi juga merupakan ajang promosi pariwisata NTT ke mata dunia.

“Ini kan promosi gratis untuk Pulau Sumba. Kita tentunya senang sekali. Dengan kehadiran para pembalap dari luar negeri ini kan mereka bisa lihat langsung keindahan alam dan pariwisata di daerah kita,” ujarnya.