Menanggapi kritik publik, Yosef menegaskan bahwa retret kepemimpinan bukan pemborosan anggaran. “Ini adalah investasi sumber daya manusia. Justru kegiatan ini memperkuat fokus pelayanan masyarakat agar semakin optimal,” ucapnya.
Ia menambahkan, kritik masyarakat tetap akan dijadikan bahan evaluasi agar pelaksanaan serupa di masa depan semakin transparan, akuntabel, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat NTT.
Di tengah tuntutan publik terhadap pelayanan publik yang cepat dan efektif, langkah memperkuat kepemimpinan birokrasi menjadi taruhan penting. Retret ini menjadi momentum konsolidasi arah pembangunan yang berujung pada perubahan nyata di lapangan. Retret itu dipandang sebagai investasi dalam bentuk peningkatan kapasitas aparatur yang benar-benar bermuara pada kesejahteraan rakyat. (*/llt/ab)



Tinggalkan Balasan