Menurut Yosef, kegiatan di UNHAN relevan dengan kebutuhan daerah karena model pendidikan vokasi yang diterapkan kampus pertahanan bisa diadaptasikan dalam pelaksanaan kebijakan pembangunan.

Fokus PAD Rp 2,8 Triliun

Retret kepemimpinan ini juga diarahkan untuk mendukung target Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTT Rp 2,8 triliun pada 2026. Untuk mencapainya, birokrasi dituntut memiliki pemimpin yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu menggerakkan seluruh potensi daerah secara efektif.

Peserta retret berasal dari unsur pimpinan di setiap unit dan sub-unit organisasi pemerintah provinsi. Mereka akan dibekali materi kepemimpinan, bela negara, hingga praktik baik pembangunan dari sejumlah narasumber, termasuk dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Kejaksaan Tinggi, serta Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi Bali.

Anggaran dan Transparansi

Pemerintah Provinsi NTT mengalokasikan biaya sekitar Rp 1 miliar untuk kegiatan ini. Dana tersebut digunakan untuk transportasi, akomodasi, konsumsi, dan narasumber.