Sementara itu, korban yang meninggal dunia sebanyak empat orang dan empat warga lainnya masih dalam proses pencarian. Operasi SAR terus dilakukan di tengah kondisi cuaca dan medan lapangan yang terbilang sulit.
Saat ini, Bupati Nagekeo telah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem melalui keputusan Nomor 330/Kep/HK/2025 yang berlaku 21 hari, terhitung tanggal 9 hingga 30 September 2025.
Untuk mendukung kebutuhan warga terdampak, Pemerintah Provinsi NTT melalui BPBD NTT menyiapkan bantuan logistik berupa selimut, matras, peralatan masak, hygiene kit, kasur lipat, velbed, peralatan kebersihan, makanan tambahan untuk anak-anak, serta tenda keluarga. Bantuan dijadwalkan diberangkatkan hari ini, Kamis (11/9/2025) melalui jalur laut Kupang – Aimere.
Gubernur Melki Laka Lena mengatakan, saat ini semua pihak terkait telah bergerak memberikan respon cepat untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Dijelaskan Melki Laka Lena, Pemerintah Provinsi NTT bersama BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum RI, Dinas Sosial, dan BPBD NTT menggerakkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dengan prioritas utama saat ini adalah pemenuhan logistik, air bersih, dan layanan kesehatan.



Tinggalkan Balasan