Dalam dialog tersebut, Gubernur Melki secara khusus menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak terdampak.

Ia meminta agar warga mendata semua anak usia sekolah, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, untuk diajukan guna mendapatkan bantuan biaya pendidikan.

“Untuk anak-anak SD dan SMP, daftarkan namanya dan serahkan ke Bupati, karena itu kewenangan kabupaten. Untuk SMA dan SMK, serahkan ke kami di provinsi. Dan bagi yang kuliah, nanti saya minta Kepala LLDIKTI Wilayah NTT untuk bicarakan langsung dengan para rektor dan direktur kampus agar mereka bisa bantu, entah lewat beasiswa atau keringanan biaya,” jelas Gubernur.

Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk memastikan bahwa generasi muda di Flores Timur tidak kehilangan hak mereka untuk mengenyam pendidikan, meskipun tengah berada dalam situasi darurat pasca bencana.

Menutup kunjungan malam itu, Gubernur Melki menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan kabupaten serta pihak terkait lainnya untuk menangani berbagai masalah warga huntara secara bertahap dan terukur.