Air, Pendidikan, dan Pertanian Jadi Persoalan Mendesak

Kepala Dusun Kampung Baru, Yohanes Fandi Benediktus, menyampaikan bahwa sekitar 400 kepala keluarga tinggal di dua huntara tersebut.

Menurutnya, berbagai persoalan masih menjadi tantangan harian warga, seperti keterbatasan air bersih, jarak sekolah menengah yang jauh, kondisi banjir, serta minimnya bantuan benih dan pupuk akibat lahan garapan mereka kini masuk zona bencana.

Yohanes juga menyampaikan bahwa lahan untuk pembangunan hunian tetap tengah dipersiapkan, salah satunya di wilayah Nobeleto.

Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah provinsi dan berbagai pihak yang telah hadir dan membantu sejak awal bencana.

“Warga sangat terbantu, bukan hanya karena bantuan yang datang, tapi karena kami merasa tidak sendiri menghadapi ini,” ungkap Yohanes.

Meski dalam kondisi serba terbatas, warga tetap berupaya bangkit dengan membentuk kelompok tani antar desa, memanfaatkan lahan yang tersedia untuk bertani bersama.

Anak-Anak Harus Tetap Sekolah