Ende, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menggulirkan inisiatif baru untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di wilayahnya.
Selain mengandalkan skema hunian dari program nasional, ia mengusulkan model renovasi berbasis gotong royong yang melibatkan sinergi antara dana desa, APBD kabupaten, dan APBD provinsi.
“Tahun depan, kita mesti masuk di urusan ini menggunakan dana gotong royong pemerintah desa, kelurahan, kabupaten, dan provinsi. Skemanya 20 juta rupiah per rumah, dibagi tiga: dana desa 10 juta, kabupaten 5 juta, dan provinsi 5 juta. Kami akan tanggung lebih dari 160 miliar rupiah untuk program ini,” jelas Gubernur Melki saat kunker di Kabupaten Ende, Sabtu (6/9/2025).
Melalui intervensi ini, Gubernur berharap dapat menyasar 7 dari 14 parameter kemiskinan yang selama ini menjadi indikator utama kondisi sosial-ekonomi masyarakat di NTT.
Tak hanya melalui anggaran pemerintah, Gubernur Melki juga menyebut akan mengupayakan pembangunan 15.000 unit rumah menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai lembaga swasta.



Tinggalkan Balasan