Program ini juga didukung penuh jajaran BPJS, mulai dari proses pendaftaran massal hingga sosialisasi manfaat jaminan sosial ke desa-desa.
Peran Bank NTT: Inklusi Keuangan untuk Pekerja Rentan
Tak hanya berhenti pada jaminan sosial, program ini terintegrasi dengan pembukaan rekening Bank NTT. Para pekerja yang menjadi peserta otomatis memiliki rekening aktif. Melalui akses perbankan ini, mereka bisa menabung, menerima manfaat langsung, hingga mengakses layanan kredit mikro untuk usaha kecil.
Perwakilan Bank NTT yang hadir di antaranya: Rahmat Kamuhar (Kasubdiv Pengembangan & Kebijakan Produk), Alexander Kaho (PCP Melolo), Selvianus Amah (PCP Lewa), dan Riki Kolo Rebo (PCP Nggongi).
Suara Pekerja: Dari Jalan Raya ke Lingkaran Perlindungan
Petrus Dima, penjual ikan keliling di Waingapu, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Kalau ada apa-apa di jalan, saya sudah tidak takut lagi. Ada jaminan untuk kita,” katanya sambil menggenggam erat kartu hijau barunya.
Bagi para pekerja kecil, kartu itu bukan hanya selembar plastik, melainkan simbol pengakuan bahwa negara hadir untuk melindungi mereka.
Launching program tersebut dihadiri Sekda Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, SH., M.Si, Christian U.H. Katundiang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Yulianus Laki Ana Amah Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Sumba Timur dan
Dengan program ini, duet Melki–Johni tidak hanya berbicara soal pembangunan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi. Mereka menghadirkan perlindungan yang nyata, berlapis, dan inklusif, membuat pekerja rentan di NTT merasa aman, dihargai, dan berdaya. (*/ab)









Tinggalkan Balasan