“Saya merasa nyawa saya terancam. Saya punya dua anak, satu masih bayi dan satu kelas 1 SD. Kekerasan ini sudah berulang kali terjadi dan sangat mengancam keselamatan saya,” ungkap Amel dengan suara bergetar.

Amel juga menuturkan bahwa suaminya merusak CCTV di rumah, mengancam dengan pisau, merobek ban mobil, serta melukai bibir dan tangannya hingga berdarah.

Ia bahkan dibantu warga sekitar, ketika dianiaya hingga terluka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

“Saya berharap pelaku segera ditahan, karena jika tidak, nyawa saya dan anak-anak saya akan semakin terancam,” tambah Amel.

Amel juga menyesalkan sikap suaminya yang hingga kini tidak bertanggung jawab atas biaya pengobatannya maupun nafkah keluarga setelah kejadian kekerasan itu.

Kasus ini menjadi sorotan karena selain isu KDRT, pelaku yang diduga adalah pejabat negara masih bebas dan belum ditahan, meski perkaranya sudah P21.

Korban dan kuasa hukumnya terus mendesak agar aparat penegak hukum, baik dari kepolisian maupun kejaksaan, segera mengambil langkah tegas demi melindungi korban dan keluarganya. (*)