Kupang, KN – Seorang anggota Badan Intelijen Negara (BIN) berinisial N, yang bertugas di Kupang diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.
Korban kini mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menahan pelaku demi keselamatan dirinya dan kedua anaknya.
Kuasa hukum korban, Frangky Roberto Wiliam Djara dari Kantor Pengacara Fransisco Bernando Bessi & Partners, menjelaskan bahwa, kliennya telah melaporkan dugaan KDRT sejak 19 Maret 2025 ke Polda NTT.
Kasus ini kemudian ditangani oleh Unit Tindak Pidana Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (TPA) Polda NTT. Namun hingga kini, pelaku belum ditahan meski berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P21) sejak 7 Agustus 2025.
“Klien kami merasa terancam karena pelaku masih bebas dan sering bertemu dengan korban, sehingga kekerasan kembali terjadi,” ujar Frangky, Selasa (26/8/2025).
Ia berharap, proses hukum terhadap pelaku yang menganiaya kliennya, dapat berjalan profesional dan tegas, agar tidak ada lagi korban KDRT yang terus berjatuhan, akibat pelaku yang tidak ditahan.
“Apalagi Sabtu minggu kemarin, pelaku juga mendatangi korban dan melakukan tindakan kekerasan berulang terhadap korban. Kalau pelaku terus dibiarkan berkeliaran bebas, maka keselamatan klien kami sangat terancam,” tegasnya.
Frangky berharap, aparat penegak hukum dalam hal ini Polda NTT dan Kejaksaan Negeri Kota Kupang, segera menahan pelaku, agar tindakan kekerasan terhadap kliennya tidak terulang.
“Kami berharap pihak Kepolisian dan Kejaksaan segera menahan pelaku. Apalagi berkas sudah P21, sehingga pelaku kita minta segera ditahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Amel selaku korban penganiayaan mengungkapkan rasa takutnya yang mendalam, karena kekerasan yang dia alami sejak tahun 2018. Meski sudah membuat surat perrnyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, namun pelaku kembali melakukan KDRT.
Ia menyebutkan bahwa suaminya, yang merupakan anggota BIN, kerap melakukan kekerasan fisik yang sangat serius, termasuk memukul, membanting, dan menyakiti dirinya saat ia sedang menggendong anak mereka yang masih bayi.







Tinggalkan Balasan