Yohanes juga menyebutkan adanya kasus terbaru di Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, di mana seekor anjing menggigit tujuh orang pada 14 Agustus 2025, menandakan bahwa virus rabies sudah mulai menyebar luas di Kota Kupang dan Pulau Timor.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabid Kesmavet), drh. Melki Ansar MSc mengatakan, vaksin anti rabies untuk manusia dan anjing tersedia dalam jumlah cukup. Masyarakat diimbau menyiapkan hewan peliharaannya agar dapat divaksinasi selama bulan vaksinasi berjalan.
“Amankan dan ikat anjingnya, beri kesediaan untuk anjing diberi vaksin. Kami berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan. Kami amankan hewannya, kesehatan amankan manusianya. Jangan sampai ada orang yang meninggal,” tegas Melki.
Melki menjelaskan bahwa pada awal tahun 2025, vaksinasi sudah dilakukan dengan pemberian sekitar 10.000 dosis di Kota Kupang dan 60.000 dosis di Pulau Timor. Namun, jumlah tersebut masih belum mencapai target minimal 70% dari populasi anjing yang harus divaksinasi agar tercipta kekebalan kelompok (herd immunity).



Tinggalkan Balasan