Ia menyebut, SLB tersebut awalnya hanya melayani 28 anak, namun saat ini telah berkembang hingga memiliki lebih dari 200 anak berkebutuhan khusus.

“Yayasan ini awalnya dikelola oleh orang tua murid dari tahun 1974 hingga 2011. Sejak 2011, pengelolaan diambil alih oleh keluarga kami. Tujuan didirikannya SLB adalah untuk memberikan pendidikan dan pengajaran khusus bagi anak-anak luar biasa atau berkebutuhan khusus, seperti tuna rungu, tuna grahita, dan tuna daksa,” jelas Alexander.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari jajaran pengurus dan karyawan PT Jamkrida NTT.

“Kiranya kasih Tuhan senantiasa menyertai bapak dan ibu dalam menjalankan tugas dan pelayanan,” tutupnya. (*)