Dalam situasi seperti ini, lanjut Chris, mereka tetap harus bisa ditolong terlebih dahulu tanpa harus tersandung urusan birokrasi.

Chris mengakui bahwa saat pertama kali ide ini disampaikan, banyak yang meragukan. “Dulu waktu kami sampaikan ide ini, banyak yang menertawakan. Tapi buktinya sekarang bisa jalan. Seperti kata Mahatma Gandhi: pertama kamu diabaikan, lalu ditertawakan, kemudian dilawan, dan akhirnya kamu menang,” ujar Chris.

Selain dana darurat kesehatan, Pemkot Kupang juga tengah mengembangkan sistem “Siranap” (Sistem Rawat Inap), yang memungkinkan warga memeriksa ketersediaan kamar rumah sakit secara daring, sebelum datang langsung ke fasilitas kesehatan.

“Melalui website, warga bisa cek dulu ketersediaan kamar. Jangan sampai orang dalam keadaan kritis harus keliling satu kota hanya karena kamar penuh. Kita ingin semua bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” jelasnya.

Chris juga menegaskan bahwa program-program ini merupakan bagian dari komitmen dirinya bersama Wakil Wali Kota Serena Francis, untuk menyelamatkan dan memudahkan layanan kesehatan bagi warga Kota Kupang.