“Dengan sinergi antara Dapur Flobamorata dan NTT Mart, kita membangun ekosistem ekonomi kreatif yang terpadu, berkelanjutan, dan inklusif,” ungkap Melki.

“Orang Makasar punya restoran khas sendiri. orang Bali, orang Batak dan orang Padang juga ada, tapi kita NTT yang belum ada. Makanya kita buatkan dapur Flobamora. Ini langkah pertama yang pastinya berdampak untuk masyarakat NTT,” sambungnya.

Untuk memastikan keberlanjutan NTT Mart dan Dapur Flobamorata ini, Melki Laka Lena mengingatkan agar dikelola dengan sistem manajemen modern dan transparan sehingga transaksi dapat dipantau dengan baik.

NTT Mart dan Dapur Flobamorata di mata Gubernur Melki Laka Lena adalah simbol kedaulatan ekonomi daerah, pusat interaksi budaya, dan jembatan antara tradisi dan inovasi. Kehadirannya bakal membuka ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan berwirausaha.

Melki Laka Lena mengajak seluruh masyarakat NTT untuk menjadikan NTT Mart dan Dapur Flobamorata sebagai rumah perekonomian  bersama. Belanja di NTT Mart dan Dapur Flobamorata berarti menumbuhkan ekonomi desa, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kebanggaan kita sebagai orang NTT. (*)