Melki juga menyinggung pentingnya mencontoh dan mengadopsi sistem penjaminan kredit UMKM dari daerah lain yang sudah terbukti berhasil, seperti yang dilakukan di Bali.
“Informasinya di Bali sudah menyentuh 200.000 UMKM dengan nilai penjaminan mencapai Rp27 triliun. Kita sedang mempersiapkan jajaran direksi yang baru untuk mengarah ke sana,” pungkasnya.
Langkah ini diyakini akan mendorong transformasi ekonomi NTT menuju daerah yang mandiri secara finansial, dan lebih siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan. (*)
Halaman



Tinggalkan Balasan