Menanggapi hal tersebut, Wagub menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan pendataan kebutuhan pendidikan, serta menjajaki kemungkinan bantuan. Ia juga mendorong pemanfaatan program padat karya yang tengah berjalan sebagai upaya pemulihan ekonomi.
“Pendidikan tetap menjadi prioritas, termasuk dalam kondisi darurat. Pemerintah akan mencari solusi yang memungkinkan agar anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah,” tambah Johni.
Terkait masalah pinjaman, Wagub menjelaskan bahwa meskipun pemerintah tidak bisa mengintervensi langsung kebijakan bank, pihaknya siap memfasilitasi dialog dengan lembaga keuangan untuk mencari solusi keringanan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wagub Johni menyerahkan bantuan kemanusiaan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat. Bantuan tersebut meliputi: 3.460 paket makanan siap saji, 160 paket makanan anak, 70 paket perlengkapan keluarga (family kit), 64 paket perlengkapan anak (kids ware), 200 lembar kasur lipat, 50 lembar tenda gulung, 7 unit tenda serba guna, dan 100 lembar selimut. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp635.910.300.



Tinggalkan Balasan