Salah satu prioritas pembangunan daerah yang diusung adalah penguatan Posyandu Tangguh sebagai pusat komando layanan kesehatan dasar di desa.
Gubernur Melki juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi lokal sebagai langkah nyata mengatasi kemiskinan. Ia mengajak perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk memetakan potensi desa serta mengembangkan produk unggulan lokal.
“Bayangkan, hanya dari air mineral saja, kita bisa menyerap miliaran rupiah dari luar NTT setiap tahun. Padahal kita punya sumber daya untuk produksi sendiri,” ujarnya.
Melki mendorong konsep “One Village, One Product” bahkan lebih spesifik menjadi “One Community, One Product” untuk memperkuat ekonomi desa. Pemerintah Provinsi juga sedang menyiapkan jaringan distribusi lokal bernama “NTT Mart”, yang akan menjadi wadah pemasaran produk-produk asli daerah.
Menutup arahannya, Gubernur Melki berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam forum tersebut tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut pada aksi nyata di lapangan. Ia optimis program KPT Kosabangsa dan Gentaskin dapat menjadi model nasional dalam pengentasan stunting dan kemiskinan ekstrem berbasis kampus dan komunitas.



Tinggalkan Balasan