“Tantangan kita adalah menjaga etika, idealisme, dan nurani politik di tengah dunia politik yang semakin transaksional,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini, Partai Hanura NTT masih menunjukkan eksistensinya secara kuat, dengan struktur partai yang lengkap hingga ke tingkat daerah.
Dalam berbagai pemilu, kata Refafi, Partai Hanura terus menyiapkan wakilnya untuk bertarung di tingkat DPR RI, serta menempatkan wakilnya di DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten/kota se-NTT.
“Saat ini Hanura NTT memiliki 49 kursi, meskipun sebelumnya kita memiliki 59 kursi. Kami kehilangan 10 kursi, dan ini menjadi bahan evaluasi,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Refafi mengajak seluruh kader untuk menjadi agen perubahan dan katalisator keadilan sosial di daerah masing-masing.
“Politik adalah jalan pengabdian. Mari kita jaga semangat ini. Mari kita konsolidasikan kekuatan dan satukan langkah. Bersama pemerintah di semua tingkatan, ayo kita bangun NTT yang adil, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya.
Pantauan Koranntt.com, Musda IV Partai Hanura juga dihaidiri oleh Wakteum DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, Wasekjen DPP Partai Hanura, Servasius Serbaya Manek, Korwil VIII (Bali, NTT, dan NTB), Brigjen. Pol. (Purn) Manofarioanto, beserta seluruh anggota DPRD dan Ketua DPC Partai Hanura se-NTT. (*)



Tinggalkan Balasan