Sementara itu, instruktur pelatihan, Jeklin Rosi Natalia Mboeik, menyebutkan total peserta pelatihan dari ketiga desa berjumlah 24 orang. “Peserta sangat aktif dan antusias. Mereka banyak bertanya dan mencatat resep-resep yang diajarkan,” ujarnya.

Diharapkan, hasil dari pelatihan ini dapat menjadi awal bagi tumbuhnya usaha-usaha baru berbasis potensi lokal yang berdaya saing di pasar regional maupun nasional. (na/ab)