Pelatihan ini didanai melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang dihimpun dari para pelaku usaha dan investor, serta melibatkan instruktur dari LKP dan LPK ‘Berdaya’ yang telah terakreditasi dan bersertifikat.
Menurut Alexander, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong UMKM desa masuk ke pasar yang lebih luas. “Kami akan bantu sampai produk masyarakat mendapatkan label halal, sehingga ke depan bisa masuk ke Kota Kupang, bahkan ke gerai-gerai modern seperti Alfamart dan Indomaret,” tambahnya.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah digelar DPMPTSP NTT di kawasan Industri Bolok, dengan pelatihan pengolahan ikan bagi masyarakat desa pesisir seperti Bolok, Nitneo, dan Kuanheum.
Penjabat Kepala Desa Baumata, Hendrawati Eluama, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat bersyukur karena masyarakat kini tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi bisa menciptakan produk olahan dengan nilai jual lebih tinggi,” ujarnya. Ia menyebutkan delapan warga dari Desa Baumata turut ambil bagian dalam pelatihan ini.



Tinggalkan Balasan