Larantuka, KN– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menyoroti tingginya angka migrasi non-prosedural di wilayahnya, seraya menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT melalui delapan langkah strategis.
Hal ini disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri acara pertemuan Pastoral XII Regio Gerejawi Nusra bersama sejumlah Uskup, Rabu (2/7/2025) di Larantuka, Flores Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa NTT merupakan salah satu daerah pengirim PMI terbesar di Indonesia.
Ia menyebut tingginya minat masyarakat NTT untuk bekerja di luar daerah maupun luar negeri sebagai fenomena yang telah berlangsung lama dan dipicu oleh berbagai faktor struktural.
“Dorongan ini lahir dari tingginya angka kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, terbatasnya lapangan kerja, serta godaan imbalan gaji dalam mata uang asing,” ujar Gubernur Melki.
Menurutnya, migrasi adalah hak setiap warga negara, apalagi jika itu dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup. Namun, ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya migrasi non-prosedural yang kerap menjerumuskan pekerja dalam situasi rentan.



Tinggalkan Balasan