Di luar gedung pertemuan, langit Kupang memutih oleh awan musim kemarau. Tapi di lantai atas kantor pusat Bank NTT, optimisme sedang tumbuh. Tak hanya bagi para bankir, tapi juga petani, nelayan, dan pelaku UMKM di pelosok-pelosok Timor, Flores, Alor, dan Sumba serta kepulauan ainnya yang menanti kucuran kredit dari bank daerahnya sendiri.
“Kalau modal sudah kuat, kepercayaan publik akan tumbuh, dan Bank NTT akan makin mampu hadir di tengah kebutuhan rakyat,” kata Gubernur Melki.
Langkah Melki hari ini mungkin tak langsung terlihat hasilnya. Tapi di atas lembar-lembar dokumen yang diteken siang tadi, tersimpan harapan besar bahwa NTT sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi lewat tangan dingin sang gubernur dan kekuatan triliunan rupiah perbankan daerah.
Manajemen Bank NTT menyambut hangat dukungan penuh gubernur. Plt. Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing dalam pernyataannya menyebut keterlibatan aktif Gubernur Melki Laka Lena sebagai penentu keberhasilan tahapan negosiasi saham dan PBV yang berlangsung dinamis sejak awal tahun. “Tanpa dorongan dan fasilitasi langsung Bapak Gubernur, proses ini bisa tertunda berbulan-bulan,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan