“Saya mengalami sakit fisik dan trauma mental. Saya menolak damai, dan akan terus melanjutkan proses hukum ini hingga tuntas,” ujar Roni dengan tegas.

Roni juga meminta perlindungan hukum dan jaminan atas keselamatan dirinya dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sedang melakukan pengecekan terhadap laporan tersebut. “Kami sedang cek laporannya, mohon waktu,” ujar Kombes Henry.

Sementara itu, salah satu terlapor, Tome Da Costa dari Partai Gerindra, membantah telah melakukan pemukulan. Ia menyebut kejadian tersebut hanyalah dinamika dalam forum DPRD dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Di DPRD itu biasa ada dinamika. Saya tidak pukul, hanya ada selisih sedikit. Kemarin kami sudah damai di DPRD. Saya tidak tahu kelanjutannya seperti apa,” ujarnya singkat. (*)