“Kehadiran PLN membantu masyarakat atau petani di Desa Lungar sangat luar biasa. Lahan tidur warga di sini (Poco Leok) sudah dimanfaatkan berkat bantuan PLN,” ucap Eduardus Joman.
Mandeknya pertanian kopi, kata Eduardus Joman, lantaran para petani tak memiliki cukup biaya untuk membuka dan mengolah lahan kosong. Akibatnya, banyak lahan pertanian potensial yang terbengkalai.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersama PLN, kata Eduardus Joman merupakan berkah bagi para petani sekaligus menjadi momentum untuk memacu semangat petani mengelola lahan tidur agar dapat dinikmati di kemudian hari.
Terlebih lagi, kata Eduardus Joman, PLN telah berkomitmen penuh memberikan program pendampingan khusus dalam merawat tanaman kopi ini.
“Kehadiran PLN melalui berbagai program sangat dirasakan oleh warga masyarakat Desa Lungar,” ucapnya.
Jacques Jensenem, pegawai PLN UPP Nusra 2 yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa program TJSL PLN tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga mencakup pendampingan bagi para petani dalam merawat tanaman kopi yang telah ditanam.



Tinggalkan Balasan