Kupang, KN – Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bernhard Menoh, menegaskan pentingnya kerja kolaboratif, profesionalisme, kejujuran, dan ketelitian dalam menghadapi tantangan pengelolaan keuangan daerah di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Hal ini disampaikannya dalam pernyataan resmi kepada media pada Selasa, 27 Mei 2025, di ruang kerjanya di Kupang.

“Kami menyadari bahwa pekerjaan ini berat, tetapi di bawah kepemimpinan Bapak Melki dan Bapak Johni, kami terus didorong untuk tidak menyerah menghadapi kondisi yang sulit. Kami tidak boleh putus asa, apalagi menyerah. Justru kami harus bekerja lebih keras,” ujar Menoh.

Dalam konteks kerja keras tersebut, Menoh menyoroti empat prinsip utama yang menjadi landasan pengelolaan keuangan daerah yang baik: kerja kolaboratif, profesionalisme, kejujuran, dan ketelitian.

Kerja Kolaboratif Jadi Kunci

Menurut Menoh, pengelolaan keuangan tidak bisa dilakukan secara terpisah. Dibutuhkan sinergi antara berbagai lembaga, seperti Bapperida, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Inspektorat.

“Kami selalu membangun koordinasi yang kuat mulai dari awal tahun dengan Bapperida, kemudian di pertengahan tahun dengan OPD, dan pada tahap akhir bersama Inspektorat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa siklus keuangan daerah dimulai sejak Januari dan berakhir pada Desember, meliputi perencanaan, penyusunan, penetapan, pelaksanaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban.
Profesionalisme Tanpa Kenal Libur

Menoh juga menekankan bahwa kepercayaan dalam mengelola keuangan daerah harus dibarengi dengan sikap profesional.

“Kami di sini tahu betul tugas masing-masing. Bahkan saat lembaga lain libur, kami tetap bekerja seperti biasa. Karena ritme keuangan tidak bisa menunggu,” katanya.

Kejujuran Sebagai Pondasi Utama

Ia mengingatkan bahwa banyak persoalan dalam pengelolaan keuangan berawal dari ketidakjujuran. Oleh karena itu, integritas menjadi harga mati.
“Awal mula petaka biasanya dari tidak jujur. Profesional boleh, tapi kalau tidak jujur, semua jadi sia-sia,” tegasnya.