“Pancasila harus kita bawa ke dalam ruang digital, karya inovasi, dan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. Ia harus menjadi energi perubahan,” tambahnya.

Ia juga mengangkat peran penting kota Ende dalam sejarah bangsa, tempat di mana Bung Karno menggali dan merumuskan nilai-nilai Pancasila saat masa pengasingan.

“Daerah lain menyumbang emas, gas, dan minyak. Tapi dari Ende, NTT menyumbang sesuatu yang tak tergantikan: Pancasila,” tegas Melki disambut tepuk tangan hadirin.

Melki juga menyampaikan pandangannya bahwa Pancasila tetap relevan di tengah tantangan global seperti pandemi, konflik geopolitik, krisis pangan, hingga perubahan iklim.

“Pancasila adalah solusi sekaligus penopang bangsa. Ini bukan sekadar dasar negara, tapi wajah dan jiwa Indonesia,” katanya.

Dalam konteks pemerintahan nasional, ia menyebut Presiden Prabowo Subianto berkomitmen mengembalikan roh Pancasila ke dalam setiap aspek kebijakan, mulai dari pendidikan ideologi hingga penguatan pertahanan nasional.

Gubernur NTT juga menyoroti bahwa ketahanan nasional sejati bukan hanya soal militer atau ekonomi, tetapi keyakinan rakyat terhadap bangsanya dan semangat gotong royong antarwarga.