“Pendampingan ke depan akan fokus pada peningkatan kualitas produksi, penyediaan sarana dan prasarana, kemasan, label, izin edar (BPOM dan Halal), barcode, QRIS, hingga penguatan pemasaran digital sepanjang tahun 2025,” jelas Viktor.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk BPOM NTT, BPJS Kesehatan, dan Bank NTT. Tak lupa, ia mengajak perguruan tinggi untuk turut serta dalam riset dan pengembangan produk-produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Peluncuran program OVOP kali ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Beli Produk NTT dan kampanye penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah sebagai bagian dari strategi digitalisasi ekonomi daerah.

Acara peluncuran program OVOP ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena, didampingi Wakil Gubernur Jhoni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emiliana Nomleni, serta Direktur Kredit Bank NTT, Hilarius Minggu.

Turut hadir dalam ajang OVOP tersebut antara lain Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Zet Tadung Allo, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Wulla Talu, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Kosmas Lana, para pimpinan SKPD lingkup Pemprov NTT, serta para kepala desa dan lurah dari 22 kabupaten/kota di NTT. (ht/ab)