Tercatat sebanyak 190 pelaku UMKM dan pedagang kaki lima turut ambil bagian dalam acara ini, menyajikan lebih dari 1.000 porsi makanan gratis kepada para pengunjung. Semangat gotong royong dan kebersamaan ini menjadi daya tarik tersendiri dalam peluncuran program OVOP.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktor Manek, menjelaskan bahwa program OVOP bukan sekadar peluncuran produk, tetapi merupakan refleksi martabat dan kerja kolektif masyarakat NTT.

“Dari ladang dan laut ke pasar, OVOP adalah wujud martabat diri—di mana potensi lokal, kemampuan beradaptasi, dan kerja keras para pelaku usaha terekspresi dalam satu produk yang menggambarkan kebanggaan dan keunikan kita,” tegas Viktor.

Sebanyak 44 produk unggulan dari desa dan kelurahan se-NTT diperkenalkan dalam peluncuran ini. Produk-produk tersebut telah melalui proses pemetaan potensi, penilaian keberlanjutan bahan baku, serta aspek legalitas dan distribusi. Dari jumlah tersebut, tiga produk telah selesai didampingi, empat sedang dalam proses pendampingan di tingkat kabupaten, dan 37 lainnya menanti intervensi lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi.