Karena itu, ia berharap agar masyarakat NTT harus lebih waspada dan bijaksana dalam menggunakan media sosial seperti aplikasi Mi Chat dan aplikasi lainnya.
Welhelmintje berharap, kegiatan talkshow yang dihelar KKPG NTT bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tapi harus bisa memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat, tentang bagaimana mencegah kekerasan seksual berbasis digital.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar talkshow dan selesai, tapi apa yang disampaikan narasumber harus dipahami dengan baik, dan diimplementasikan dalam khidupan kita sehari-hari. Jangan lupa juga melapor jika ada persoalan kekerasan seksual yang terjadi di masyarakat,” pesannya.
Ketua Panitia Fransiska Sin Fernandez menyampaikan, salah satu pendorong terjadinya kekerasan seksual digital, karena perkembangan digital dan penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.
“Karena itu, KPPG merasa perlu untuk mengdukasi perempuan NTT agar lebih bijaksana menggunakan medsos, agar terhindar dari kekerasan seksual berbasis digital,” ujar Fernandez.



Tinggalkan Balasan